Pekanbaru PNews Keputusan SF Hariyanto mengganti Thomas Larfo Dimeira dari jabatan Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau memicu gelombang spekulasi publik. Pergantian itu terjadi hanya beberapa saat setelah Thomas membuka fakta mengejutkan di persidangan dugaan pemerasan yang menyeret nama elite Pemprov Riau.
Thomas sebelumnya bersaksi dalam sidang kasus yang melibatkan Abdul Wahid dan mantan Kadis PUPR Muhammad Arief Setiawan. Dalam keterangannya di pengadilan, Thomas mengaku diperintahkan langsung oleh SF Hariyanto untuk meminta uang kepada Arief Setiawan guna membantu perbaikan rumah dinas Kapolda Riau, Herry Heryawan.
Nilai uang yang disebut mencapai Rp300 juta.
Meski uang itu disebut tidak jadi digunakan dan telah dikembalikan ke KPK, pengakuan Thomas telanjur menjadi sorotan tajam. Publik pun mempertanyakan, mengapa tak lama setelah kesaksian itu muncul, posisi Thomas justru langsung diganti?
SF Hariyanto membantah adanya hubungan antara pencopotan Thomas dengan isi persidangan. Ia menyebut pergantian tersebut semata-mata sebagai langkah “penyegaran organisasi” agar kinerja pembangunan infrastruktur di Riau berjalan lebih maksimal.
Namun penjelasan itu belum sepenuhnya meredam tanda tanya publik.
Pasalnya, pergantian pejabat strategis di tubuh PUPR Riau terjadi di tengah memanasnya sorotan terhadap dugaan praktik permainan proyek dan aliran dana yang kini mulai terbuka di ruang sidang.
Dinas PUPR Riau sendiri memang sejak lama menjadi pusat perhatian setelah OTT KPK pada November 2025 menjerat Arief Setiawan. Kini, setelah fakta-fakta baru mulai bermunculan, publik kembali dibuat bertanya:
Apakah ini benar hanya penyegaran birokrasi?
Atau ada kepanikan yang mulai terasa setelah fakta persidangan satu per satu terbuka? ” Mengapa Harus Panik..!!***










