Home / Pelalawan Riau / BBM Subsidi di Pelalawan Dijarah Pelangsir, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

BBM Subsidi di Pelalawan Dijarah Pelangsir, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

 

Pelalawan, Puganew.com Aktivitas pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar terjadi di SPBU 14.283.690 Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Pada kamis (19/02/2026).

Fenomena ini membuat warga sekitar mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan harian, sementara bahan bakar subsidi diduga kuat dibawa keluar daerah oleh pelangsir.

Dari informasi warga, setiap kedatangan truk tangki solar, antrean kendaraan pelangsir langsung memadati area SPBU. Akibatnya, warga dan sopir angkutan umum yang benar-benar membutuhkan terpaksa terpengaruh karena stok cepat habis.

Salah satu narasumber warga mengungkapkan keprihatinannya terkait lemahnya pengawasan pihak terkait. “Kami sebagai masyarakat kecil sangat dirugikan. BBM cepat habis karena dilangsir dan dibawa keluar. Kami heran, kenapa aparat atau oknum yang berwenang seperti tutup mata? Apakah mereka tidak tahu, atau justru sengaja membiarkan?” ujarnya dengan nada kecewa.

Praktik pelangsiran yang jelas melanggar aturan distribusi BBM subsidi yang berlangsung terang-terangan tanpa tindakan tegas menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat. Diduga ada pembiaran sistematis dari oknum yang bertugas melakukan pengawasan. Jika dibiarkan, bukan hanya masyarakat kecil yang dirugikan, tetapi tujuan pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi kepada pihak yang berhak juga akan gagal total.

Masalah ini perlu segera disikapi serius oleh aparat kepolisian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Pertamina. Transparansi dan ketegasan menjadi kunci untuk menutup celah penyalahgunaan yang telah berlangsung lama dan merugikan masyarakat luas.

“Kami berharap pemerintah daerah dan aparat turun langsung ke lapangan, jangan hanya diam di meja. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas narasumber tersebut.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera bertindak agar keadilan distribusi energi benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak, karena jika praktik pelangsiran terus dibiarkan, krisis BBM subsidi berpotensi semakin meluas.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *