Pelalawan PNews Polsek Bunut bersama Kelompok Wanita Tani Nusa Indah melaksanakan penanaman bibit jagung pipil hibrida NK 7328 Sumo Sakti di Desa Merbau, Rabu 3 Juni 2026 pukul 09.00 WIB s.d. selesai. Kegiatan ini bagian dari program tumpang sari untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Lokasi tanaman berada di kebun Sdri. Ilis RT 011 RW 006 Desa Merbau, Kec. Bunut, Kab. Pelalawan. Titik koordinat 0°15’1,326″ N 102°12’44,094 E, link lokasi maps.app.goo.gl/d88qTCRe9BsbqsJB7. Lahan mineral seluas ± 2 hektare menggunakan pola tanam jagung tumpang sari, dipupuk pupuk kandang dan pupuk kimia.
Hadir dalam kegiatan: Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri, S.H., M.H., Camat Bunut yang diwakili Jhon Herman, M.Si, Kades Merbau Sdr. Kasmiran, S.IP, Kanit Binmas Polsek Bunut Aipda SE Pardosi, Kanit Provost Polsek Bunut Aipda M. Lubis, Penyuluh Pertanian Desa Merbau Sdri. Sumiati, Ketua KWT Nusa Indah Sdri. Salamah, personil Polsek Bunut, serta anggota KWT Nusa Indah.
Kegiatan dimulai dengan penanaman bibit jagung hibrida NK 7328 Sumo Sakti secara bersama-sama di lahan kebun Sdri. Ilis. Penyuluh Pertanian memberikan arahan teknis perawatan dan pemupukan agar pertumbuhan tanaman optimal. Tujuan kegiatan untuk menyukseskan program ketahanan pangan Presiden RI, meningkatkan produksi jagung nasional, mengurangi impor, dan menjaga stabilitas harga pangan demi kesejahteraan masyarakat.
Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri, S.H., M.H. menyampaikan dukungannya. “Penanaman jagung tumpang sari 2 hektare di Desa Merbau ini bukti Polri hadir sampai ke kebun warga. Kami titipkan ke KWT Nusa Indah dan Penyuluh, rawat jagung NK 7328 ini sebaik-baiknya. Polsek Bunut siap dampingi dari tanam sampai panen agar target swasembada pangan tercapai dan ekonomi warga Merbau meningkat,” pesannya.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Dengan semangat “Melindungi Tuah Menjaga Marwah”, Polsek Bunut berkomitmen mengawal program ketahanan pangan dari hulu. Penanaman jagung hibrida di lahan mineral Desa Merbau diharapkan menjadi contoh keberhasilan tumpang sari, sehingga lumbung pangan desa tumbuh dan ketergantungan impor pangan bisa ditekan.***










